Stagustaf

Life's like a multiple choice question, sometimes the choices confuse you, not the question itself

Cara lain merayakan tahun baru

Cara lain merayakan tahun baru

1 Januari 2014

Keluarga kami punya cara lain dalam merayakan tahun baru, melakukan napak tilas sejarah kehidupan masa lalu dgn mengunjungi rumah-rumah yg pernah kami tinggali dulu.

Puluhan tahun keluarga kami hidup didalam kegelapan yg bernama kemiskinan dan hutang.

Setiap tahun kami terpaksa pindah dari kontrakan satu ke kontrakan lain. Masih terekam tiap desember, ibu dan kakak2 perempuan udah siap2 ngebungkusin piring dan gelas dgn kertas koran dan masukin ke dus.

“Pindah lagi bu?” begitu tanya saya ke Ibu

Dan tanpa berkata apa-apa ibu melanjutkan membungkus piring dan gelas, tapi dari bahasa tubuhnya terlihat jelas keletihan, seiring beberapa butir keringat menetes dari dahi-nya.

Tercatat selama kurang lebih 25 tahun terakhir, sudah 15 rumah kontrakkan kami tempati.

Ya, sejarah hidup kami yg berharga memang kemiskinan dan kesusahan hidup.

Masih terekam jelas di memori, di rumah hijau itu, bapak pulang narik taksi gelap di jalur hijau tebet, bawa sebungkus nasi rames padang dan sepotong rendang.

Jam 2 pagi dibangunkanlah anak2nya yg lagi tidur ditemanin sahabat setia-nya yaitu kelaparan.

Di atas piring plastik, bapak membagi nasi dan memotong kecil2 rendang dan disuir2. Semua anak2 bangun dan akhirnya bisa tidur lagi dgn perut sedikit kenyang.

Singkat cerita, alhamdulillah, kemarin kami berhasil mengunjungi kembali rumah2 penuh kenangan tsb, menangis bersama ditutup rasa syukur mendalam lepas dari kesulitan hidup bernama kemiskinan dan hutang.

Para cucu mendengarkan sejarah dengan seksama dan menarik pelajaran hidup berharga dari sejarah keluarga mereka.

Sesungguhnya kekayaan terbesar dari sebuah keluarga adalah sejarah hidupnya dan mari bersyukur untuk kesulitan kita di masa lalu.

Di balik kesulitan hidup saat itu, sekarang kami menemukan benang merah perjalanan kehidupan yang membawa kemudahan.

Dari kesulitan hutang, sekarang kami belajar untuk lebih menghargai setiap rupiah yang kami miliki dan menahan gaya hidup yang tak perlu, demi sebuah kebebasan finansial tanpa hutang.

Karena itu yg membuat kita bersatu, membuat kita kompak dan saling mencintai dan bersama-sama memikul beban dan menyelesaikan semua perkara hidup yang menguras emosi.

Karena kesusahan hidup yg membuat kita semua lebih menghargai kesenangan, karena pasti kita semua tau rasanya ketidakberdayaan dan kita gak akan pernah mau lagi berada disitu kembali

Memang selalu ada dari ketidakadaan.

Sujud syukur untuk sebuah pengalaman berharga yang tak terlupakan bernama kehidupan.

Alhamdulillah wa syukurillah.

Single Post Navigation

3 thoughts on “Cara lain merayakan tahun baru

  1. Tulisan yang jujur adanya dan menginspirasi. Terima kasih sudah berbagi, kak.
    Saya suka kutipan ini, “Sesungguhnya kekayaan terbesar dari sebuah keluarga adalah sejarah hidupnya dan mari bersyukur untuk kesulitan kita di masa lalu.”
    Selamat Tahun Baru 2014.🙂

  2. Terharu baca ini. Semoga selalu diberkahi kebahagian dan kesehatan untuk dirimu sekeluarga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: