Stagustaf

Life's like a multiple choice question, sometimes the choices confuse you, not the question itself

Tuhan, tolong beri Indonesia Kemenangan

Tuhan, tolong beri Indonesia Kemenangan

Minggu ini ikut bahagia jadi bagian dari hampir dua puluh ribu pendukung Indonesia tercinta di Semifinal dan Final Indonesia Open 2013.

Ya saya harus senang, dipercayakan tiga tahun berturut-turut untuk jadi MC acara internasional ini.

Yang saya lakukan selain memandu acara dan penganugrahan para juara adalah berlari-lari keliling lapangan sambil berteriak “In-do-ne-siaaaa” atau mengajak orang bernyanyi “Indonesia Pusaka” dan menanyakan pertanyaan yang harapan-nya bisa menggugah semangat, membakar enerji para supporter dan mengobarkan nasionalisme dari setiap kata-kata yang saya ucapkan.

Capek? Bangeeet, tapi siapa sih yg sebenarnya lebih capek?  Jawaban-nya adalah Supporter-supporter Indonesia yang gagah berani datang dari berbagai penjuru bumi Indonesia, dari RT, RW, Kelurahan/Desa, Kecamatan, Kabupaten sampe kota besar, di seluruh Indonesia loh🙂

Silahkan dibayangkan saja perjuangan para supporter bulutangkis kita:

1. Datang  jam 7 pagi sudah di Istora, padahal acara resmi dimulai sekitar jam 11. Dengan berbekal semangat dan harapan untuk membela putra putri terbaik bangsa ini dalam arena bulutangkis, harapan terbesar adalah INDONESIA JUARA!

2. Sempet ngobrol dengan beberapa orang diantaranya Pak Zaenuddin dari Cugenang, daerah pedalaman Cianjur yang terpaksa jual kambing-nya untuk ongkos ke Jakarta, nginep, beli tiket selama seminggu, makan, minum dan berbagai pengeluaran lain di Jakarta yang mungkin bisa 4x lipat di-kampungnya.

3. Pak Hendra datang bersama keluarga dari Banjarmasin, meninggalkan semua kewajiban pekerjaan-nya dan kehidupan sosial-nya di sana untuk berteriak-teriak bareng 20.000 supporter Indonesia lain-nya, untuk apa sih? Yang pasti bukan untuk cari perhatian, tapi untuk kepuasan batin sendiri kalau Indonesia Menang. Dia akan berpikir bahwa, ya karena teriakkan saya-lah sang atlit terbakar emosi dan adrenalin untuk mengalahkan lawan, seperti api yg cepat menyambar bensin.

4. Dino, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta, sengaja skip kuliah seminggu, untuk bisa ikut jadi bagian dari perhelatan akbar ini sebagai LO para pemain tsb, demi membela dan mendukung pemain kita. Padahal senin ini dia UAS katanya. Tapi dia senang dan gak peduli ketinggalan pelajaran demi sebuah teriakkan In-do-ne-sia. Karena dia yakin, setahun sekali saya harus melakukan ini. Tapi ngaruh gak sih teriakkan Dino diantara puluhan ribu yang juga berteriak? Ya kalo semua supporter itung-itungan begitu, bukan supporter Indonesia namanya🙂

5. Abidin, berantem sama pacar-nya yang minta dianter ke pernikahan temen pacar-nya di hari minggu, hanya untuk datang ke Istora dan berteriak-teriak “Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang”. He is even risking his relationship for this nation, in hopes to witness a glory in return.

6. Siapa yang akan kuat berteriak ini itu, meng-elu-elukan kata kata yang menyemangati para pemain, larut dalam ritme permainan, berjam-jam, tanpa kenal henti seolah tidak ada yg bisa menghentikan mereka, kalau bukan karena nasionalisme yang mendalam, datang dari lubuk sanubari terdalam mereka yang bangga akan bumi pertiwi Indonesia ini, KALAU BUKAN SUPPORTER INDONESIA?

7. Siapa yg selalu melibatkan emosi, nangis kecewa, tertawa bahagia, teriak marah, ngotot karena wasit yang salah menilai dan berjuta luapan emosi yang selalu mewarnai setiap pertandingan olahraga, termasuk bulutangkis. Hayoo inget gak jaman dulu, mungkin ada sebagian dari kita yang sering nangis nonton TV ketika liat Taufik Hidayat jatuh tersungkur nahan smash, atau mungkin mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di berbagai event internasional spt Olympiade. Pasti inget kan?🙂

Penonton Indonesia Open

“Supporter Indonesia adalah supporter terhebat di dunia” begitu kata perwakilan dari BWF badan internasional yang ngurus persatuan negara-negara pebulutangkis itu, melihat antusiasme mereka di lapangan.

“Di negara-negara lain gak ada yg sampai teriak-teriak sepanjang hari mendukung tim dalam negri maupun luar negri yang main, hanya ada di Indonesia, Indonesia is one amazing country with the greatest supporters” begitu katanya.

Hebatnya, pertandingan TERAKHIR setelah Ganda Putra Indonesia menang di Indonesia Open 2013 ini adalah ganda campuran antara pasangan Denmark dan Cina, penonton masih setia mendukung, bisa dibilang 70% masih setia nonton, tadinya sih dukung Cina, cuma karena udah kebanyakkan menang, akhirnya dukung Denmark. Memang agak labil juga supporter kita kadang-kadang hihi

Dan saya jadi saksi, bukan omong kosong belaka, selama dua hari saya berada disana selama kurang lebih 9 jam, tidak ada semenitpun luput dari teriakkan yang mengobarkan api perjuangan.

Namun, mirisnya adalah, prestasi para atlit kita yg masih dirundung krisis. Oh Tuhan.

Indonesia Open tahun lalu lumayan dapat satu gelar lewat Simon Santoso dari sekian banyak yang masuk semifinal dan final

Tahun ini, dari empat, dua di nomor tunggal, satu di ganda putra, satu ganda cmapuran hanya satu yang masuk ke final tapi ya Alhamdulillah dapat satu gelar juara.

Memang kita selalu penuh dengan rasa syukur, Alhamdulillah setiap saat, setiap hari, tapi apa itu cukup? Rasanya tidak.

Pemain kita mungkin harus tau 7 point perjuangan dari para supporter di atas untuk tahu lebih dalam arti kemenangan buat setiap individu yang datang membela mereka dengan patriotisme.

Maafkan kesoktauan saya tentang bulutangkis, tapi sejarah aja udah bicara bahwa kita adalah bangsa yg juara, dari sejarah Indonesia Open, Indonesia paling banyak dapet gelar 79, Cina 25 dan Korea hanya 15. Sudah seyogyanya para atlit mempertahankan sejarah perjuangan yang panjang yg udah ditorehkan putra-putri pendahulunya.

But yesterday’s excellence is today’s ordinary. Yang dulu paling keren dan bikin bangga, sekarang bukan apa-apa lagi, kita gak bisa larut terus dalam kemanjaan sejarah bangsa juara. Generasi dulu memang hebat, tapi kita harus lebih hebat dari mereka.

Harus berjuang maksimal sampai titik darah penghabisan. Haramkan kekalahan, jauhi pesimisme, hindari arogansi, musuhi menjadi nomor dua.

Being good is soooooo last decade. We even can’t tolerate being better or great, it’s not enough.

WE MUST BE OUTSTANDING, WE HAVE TO BE EXCELLENT!

Indonesia dahaga akan kemenangan, Indonesia lapar akan tertawa bahagia, Indonesia butuh akan perasaan bangga.

Indonesia gak perlu lagi perasaan rendah diri, gak butuh lagi budaya ketimuran untuk kemenangan yang selalu mengalah, bosan dengan kekecewaan dan tangisan kesedihan.

Kita harus banyak menang, cukup sudah kekalahan.

Bayangkan kalau Indonesia menang, apa yang akan terjadi?

  1. Pak Zaenuddin dari Cugenang, Cianjur gak nyesel jual kambing-nya yang kalau aja gak dijual bisa datengin banyak untung. Mungkin berikutnya bukan kambing yg dijual, rumahpun dia gak keberatan, karena dia tau INDONESIA PASTI JUARA!
  2. Abidin yang berantem sama pacarnya bakal pulang dan siap diomelin, gak papa deh diomelin, yang penting INDONESIA JUARA!
  3. Semua tangisan, tenggorokkan yang kering, tangan yang panas bertepuk-tepuk, leher yang pegel karena teganga, mata yg letih menatap kiri kanan, pita suara yg iritasi karena teriak-teriak akan berubah menjadi sebuah enerji positif yang berbalut kebahagiaan diri sendiri, karena mereka yakin INDONESIA PASTI JUARA!

Wahai para atlit Indonesia, engkau adalah utusan Tuhan untuk berbagai sumber kebahagiaan dalam hidup.

Kalian menang, hidup kami bahagia esok harinya dan seterusnya. Simpelnya membahagiakan kami, 20.000 orang yang berdecak kagum akan keberhasilan kalian.

Tidak akan pernah kami berhenti memuji, membanggakan dan membicarakan kalian di setiap kesempatan kami berbicara, dalam berbagai momen dan di berbagai media bicara.

Kalianlah kebanggaan kami. Kalian lah asa dari cerahnya kehidupan, magnet dari cinta dari olahraga yang kami cintai, olahraga yang sejak dahulu selalu jadi pengharum nama bangsa, penghapus semua duka dari berbagai kekecewaan.

Jikalau engkau pesimis, lemah, lesu, gak bersemangat, kurang optimis, ragu-ragu dan tidak percaya diri, silahkan baca 7 poin perjuangan supporter diatas untuk mebuktikan bahwa kami tidak akan pernah lelah mendukung kalian. Kalian selalu dicintai selama kalian mencintai apa yang kalian lakukan, yaitu berprestasi di dunia olahraga.

Tuhan, satu permohonan kami untuk bangsa ini, berilah kami kemenangan.

Biar kami bisa buktikan ke hadapan dunia bahwa

Indonesia adalah bangsa yang besar, sebesar semangat perjuangan para supporter olahraganya. 

-Steny Agustaf-

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: