Stagustaf

Life's like a multiple choice question, sometimes the choices confuse you, not the question itself

Glossophobia

Glossophobia 4

Hello,

Franklyn D. Roosevelt pernah bilang”

“There’s nothing to fear but the fear itself”

Tom Hopkins bilang

“Do what you fear most and you control fear”

Ralph Waldo Emerson bilang:

“Always do what you are afraid to do”

Steny Agustaf bilang:

“Gimane caranye, maliiiiih?”

Kalau baca quote-quote orang terkenal kayaknya adem gitu ya, seolah buat mereka mudah aja, dan kita langsung ngangguk setuju tapi abis itu baru sadar, “Eh bentar bentar, tapi gimana caranya ya?”

Ternyata banyak banget diluar sana yang mengalami “Fear of Public Speaking” atau ketakutan/kegelelisahan/kegundah gundalaan eh gundah gulanaan terhadap berbicara di depan publik. tingkatan paling parahnya udah jadi Phobia yg namanya adalah Glossophobia. JRENG JRENG JRENG!! *musik tegang*

Glossophobia

Kemarin sempet bahas di twitter tentang ketakutan ini

“Siapa disini yang punya ketakutan untuk bicara depan orang banyak? atau bahkan cenderung Glossophobia?”

Dan sebagian dari teman-teman ngejawab:

Mr Whatever you call @robyrpn:
“Aku tuh pedenya level khayangan, tapi kalau sudah public speaking, lidah jadi kaku & tangan gemeteran”
Fara Maswaranai @FaraFaya:
“gw! Public speaking. Public performing. Berkali2 presentasi ttp aja kena cold feet sblm present”
Koswara @koswara:
“Saya :d. Padahal jadi pimpinan perusahaan”
Memang scary sih yg namanya Public Speaking ini, tapi gue coba ngebahas dari sudut pandang psikologis dulu deh, dari mana sih sumber rasa takut itu mucul dan apa sih Glossophobia itu?
Glossophobia2
“Glossophobia”. berasal bahasa Yunani, Glossa (Lidah) & Phobos (Takut).

Beberapa ciri-cirinya adalah:

  • Berkeringat
  • Detak jantung meningkat
  • Merasa nervous atau serangan panik datang
  • Mulut kering
  • Tegang, mendadak lemah lunglai
  • Suara gemetar
  • Leher kaku dan otot bagian belakang menegang
  • Dan masih banyak lagi, juga beda-beda

Popular Survey bilang #Glossophobia ini msk ke phobia tertinggi setelah phobia laba2, tempat tinggi & tempat tertutup.

Survey ini juga bilang, #Glossophobia lebih menakutkan dari phobia akan kematian (Necrophobia). Serem yah -__-

Bahkan Comedian Jerry Seinfeld pernah bilang gini:

“According to most studies, people’s number one fear is public speaking. Number two is death. Death is number two. Does that sound right?  This means to the average person, if you go to a funeral, you’re better off in the casket than doing the eulogy.” 

Artinya ketakutan bicara depan orang banyak lebih menakutkan daripada kematian. Cukup aneh, tapi ya nyata.

3 dari 4 orang dari jumlah 75% populasi, punya ketakutan untuk bicara depan umum dan ini sangat menganggu dan menghalangi mereka ketika harus menyampaikan pidato di hadapan orang banyak.

Bahkan William Henry Harrison bikin pidato inagurasi terpanjang, 8445 kata abis itu meriang, dan akhirnya sebulan kemudian meninggal😦

Rata2 yg gunain Public Speaking punya anxiety or #Glossophobia yg lolos adalah mrk yg menaklukkan-nya. Mau ngelawan gak?

George Washington melakukan pidato inagurasi yg cuma 135 kata tapi muter-muter dan walhasil ngomong 6 jam, jadi pidato terpanjang di House of Commons sejak 1828.

Gini-gini, mungkin ada baiknya saran pertama adalah, berjibaku dengan rasa takut itu sendiri, make peace with it, dimulai dari mengenal rasa takut itu yg masing-masing orang beda, yang kita perlu lakuin adalah mengenal lebih dalam kelemahan kita itu dulu pertama-tama.

Kita belajar mengontrol diri dari hal yg kita anggap negatif dan berusaha merubah menjadi sebuah kekuatan yg positif, sperti belajar dari kesalahan, tentunya kesempatan berikutnya kita jadi tau dan kemungkinan kecil akan mengulang kesalahan.

Saat kita kecil, kita gak pernah takut ngomong apapun, skr udah gede, kenap menciut keberanian ini. Inget gak saat kita kecil, kita berkhayal jadi Superman trus teriak-teriak “Supermaaaaan”. Terus kita baw sapu kemana2 dan berlagak seperti nenek sihir sambil teriak-teriak “Akulah penyihir sakti” dsb. Hahahaha

Sebenarnya, alasan takut ngomong itu simpel : “Terlalu mikirin & peduli penilaian orang lain” / “Apa penilaian mrk kalo ini itu”

Sering kita nge-dropin diri sendiri, nanya “Gimana penampilan gue nanti ya?” “Jelek apa kacau gak nih ya?”

Masalahnya sih simpel, semua disebabkan krn “Spotlight Complex” apanya “Anjing Complex” sih itu ya?🙂

Kita suka terserap sendiri (Self-absorbed), ngerasa org menganalisa kita, menilai kita, jelekkin kita, tul gak?

Tenang, You are not alone! 94% dari kita ngerasain ketakutan Public Speaking. Let’s fight! Gmn caranya dong?

First, be friend with your fear, manage your anxiety. Jgn dimusuhin, dikenali, diakrabin, diajak ngomong.

Kedua, pelan2 kita mulai berbicara dengan ketakutan itu dan kita doktrin kegelisahan utk ikut dgn keinginan kita. Stay positive, jauhi pikiran negatif  apalagi bilang “Duh, kayaknya gue gak bisa dan gak mungkin bisa ngeyakinin orang nih” That’s very dangerous. Kalau bukan kita yang yakin sama diri kita, siapa lagi? Berharap mereka memberikan semangat? Wong mereka juga lagi tegang dan takut terlihat bodoh kalau nanti gak bisa menerima pembelajaran dari kita.

Faktanya, audiens tdk peduli ketakutan, kekhawatiran, penampilan, tampang kita, krn mrk juga byk mikirin hal lain .

IMG_2804

Ada yg lagi mikirin, “Siang ini makan apa ya?” / “Eh tadi udah ngunci mobil belum ya?” / “Pokoknya abis seminar ini gue mau perawatan rambut ke salon” / “Enak kali ya dipeluk sama Zooey Deschanel” / “Aduh debt collector udah dateng lagi ke rumah” dan seribu pikiran-pikiran lain yg random banget. Mata mungkin menatap kita, tapi belum menjamin mereka fokus sama kita dan penampilan kita.

Tapi perlu diinget satu hal “Audiens ingin kita sukses dalam menjalankan tugas kita, karena kalo kita sukses, mereka bisa mengambil banyak pelajaran dari presentasi kita”

Fakta lain bahwa orang tidak begitu memperhatikan kita adalaha 96% blunders-nya Public Speakers gak kelihatan oleh audiens, krn mereka sibuk mikirin byk hal, pikiran mrk terisi hal lain

“Change your mindset!” mrk gak merhatiin apa yg jadi ketakutan kita, pikiran & fokus arahain ke hal yg mau dibicarain aja

Nah kalo mindset udah berubah, kita berhenti khawatirkan diri kita karena satu hal “Mereka Gak Peduli” ngapain kita pikirin

Spend more focus on what you wish your audience to have after your speech, understanding, impact you expect

You’re the only one who knows a lot about what you’re gonna say. No one else does, The player of the game. They watch & enjoy

Dan biasanya gue selalu mengatakan mantra ini ke diri gue dan biasanya berhasil

“Gue disini untuk berbagi ilmu dengan menjelaskan kepada orang apa yg mungkin belum tau jadi tau, apa yg salah dan buruk dari hal itu?”

Biasanya langsung bangkit kepedean dan mulai menjelaskan kepada orang dengan “SEMANGAT BERBAGI”

Good luck with whatever you’re gonna present. Remember, you’re not just a public speaker, you’re the one  with great impact. What the hell about Glossophobia

Semoga bermanfaat

Selamat Mencoba

Steny Agustaf Rachman

Single Post Navigation

4 thoughts on “Glossophobia

  1. marina on said:

    @stagustaf: thanks for the encouragement:)
    Totally agree with you, “we are the player of the game”, as I’m the presenter so I should be the one who knows better what I’m gonna say to audience.
    I’ll keep in mind your magic words everytime I have a presentation:)

    • Marina, thanks for the appreciation. Itu cuma salah satu contoh usaha bahwa memang cuma kita yg sangat mengenal kita dan yang bisa mempengaruhi diri sendiri. I’m sure you have a great power and control for yourself. Selamat berjuang yaa🙂

  2. Terkadang cara gue mengatasi penyakit takut akan public speaking adalah dengan memastikan kalo hal yang mau kita sampaikan benar-benar kita kuasai dan sesuai dengan passion kita. Jadi sewaktu ngomong ke orang banyak, bisa tau pasti apa sih yang diomongin, bagian mana aja sih yang perlu & ngga perlu diomongin. Jatoh-jatohnya sih jadi semacam cerita/curhat singkat yang bisa dibawain secara rileks.

    Agak susah juga kalo cara di atas dihadapkan dengan situasi yg mengharuskan untuk menyampaikan bidang yang bagi kita sendiri kurang menarik untuk dipelajari. Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: