Stagustaf

Life's like a multiple choice question, sometimes the choices confuse you, not the question itself

Kumpulan pertanyaan tentang Komunikasi

Hello!

“Mas Steny, susah gak sih jadi Master of Ceremony itu?”

“Gimana sih ngomong supaya didengerin orang?”

“Kenapa tiap kali mau ngomong, aku gugup banget ya padahal udah ada di otak yg mau diomongin?”

Pertanyaan seperti ini makanan sehari-hari saya ketika ketemu dengan temen-temen di kelas Public Speaking dimanapun saya berada.

Susah atau gampang sih menurut saya sebuah perjalanan ya, ibaratnya pekerjaan kita sehari-hari, awalnya ribet, tapi seiring dengan perjalanan waktu, pelan-pelan keribetan itu bisa terurai, kayak macet-nya Jakarta hehehe.

Tapi kunci dari Public Speaking sebenarnya adalah Ilmu Komunikasi itu sendiri, sesuatu yg hari-hari udah kita lakuin, pertanyaan-nya: “Udah ngelakuin dengan tepat belum sih?”

Minggu lalu saya share di twitter tentang komunikasi, sebagai akar dari Public Speaking, kurang lebih sekarang mau mengangkat poin-poin penting lewat pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

Tunggu dulu, gak ada bermaksud untuk menggurui, cuma sedikit ingin memajukan semangat utk berbagi, kalo boleh nanti daftar-nya ditambahin yaa!🙂

1. Apa sih Public speaking itu dan hubungan komunikasi dengan Public Speaking apa?

Public Speaking itu ilmu tentang berbicara depan orang banyak, sebelum ketemu dengan orang banyak, komunikasi dengan satu orang aja dulu, kita latih supaya lebih efektif dan efisien, namanya komunikasi.

Simpel-nya, Public speaking itu perang-nya, komunikasi itu latihan perang-nya. Mulai dari satu atau dua orang, yang penting ya itu efektif dan efisien, supaya gak ngulang, gak salah paham, gak beda persepsi dsb.

2. Komunikasi itu apa?

Frederick Williams di buku-nya The New Communication bilang, “People spend three-quarter of their effective time for communication activities”

Jadi kita sebenarnya udah ngelakuin komunikasi tiap hari dong ya?

Komunikasi itu sesuatu yg kita lakuin sehari2, sederhana, tapi knp msh ada miskomunikasi ya?

Mungkin ada yg salah dari cara kita ngomong, faktornya byk, jgn salahin org gak dulu yuk!

Trus apa dong definisi Komunikasi itu?

Communication Cycle

 

Carl I hovland di buku-nya, Social communication bilang “Proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan perangsang-perangsang (biasanya lambang-lambang dalam bentuk kata-kata) untuk menyampaikan suatu pesan khusus dan untuk merubah tingkah laku orang lain

Simpelnya Komunikasi itu nyampein pesan> via media > diterima komunikan > bisa merubah attitude/perilaku/pola pikir dia. Kalau gak ada perubahan ya buat apa ngomong?

3. Tapi perlu gak sih kita bicara panjang?

Gak perlu, yg penting Impactful, pesan sampai, diterima baik & merubah perilaku/pola pikir. Orang memiliki short-attention span, makin lama kepedulian dan konsentrasi dia menyimak makin kecil. Jadi, make it short but impactful aja.

Fokus 2 hal. Orang mengerti apa yg ingin kita sampaikan & memahami maksud dari pesan, bukan semata-mata hanya kata-katanya.

4. Komunikasi itu kan katanya dua arah, trus kalau lawan bicara kita pasif gimana?

 

Betul banget, harus dua arah. Kalau lawan pasif, kasih pertanyaan terbuka spt “Bagaimana pendapat kamu?”, “Apa opini anda tentang yang tadi saya ceritakan?”

Sementara gunakan pertanyaan tertutup untuk lawan bicara yg terlalu aktif berbicara, sementara kita harus segera ngelanjutin pembicaraan, spt:

“Jadi maksud andan sebaiknya kita harus bisa memberikan solusi bisnis, benar?”

“Mana yg lebih memberikan tantangan dalam profesi anda, penjualan atau marketing?”

5. Penting gak sih mendengarkan orang dalam berkomunikasi?

Mendengar sama penting-nya spt bicara. Tapi sering diabaikan. Kenapa ada Public speaking tapi gak ada Public listening ya? Mungkin karena ya itu, dianggap mudah, padahal ini adalah akar dari komunikasi.

Saat mendengarkan dan menyimak, terjadi proses transfer of knowldege. Jadi kita diharapkan bisa membuka pikiran saat mendengar.

Komunikator yg efektif mendengar & memahami dulu apa maksud org, yg kadang tersembunyi. Supaya bisa merespon dgn baik.

Kadang kita suka sibuk memikirkan respon dari cerita seseorang, saat kita mendengarkan dia. Dan ini sangat kentara, terbukti bola mata kita suka lari saat menatap orang yg sedang berbicara sama kita. Sadar gak?🙂 Kadang-kadang ini dianggap menyinggung si pembicara loh, mereka merasa gak diberikan empati dan perhatian.

6. Setelah mendengarkan, ngapain dong?

Nah, setelah kita mendengarkan dengan seksama, coba cari Clarity atau kejelasan daris cerita orang tsb sebelum merespon utk memastikan benar atau tidak. “Jadi anda bertanya, bagaimana sebaiknya yang harus anda lakukan?”

7. Salah ya berasumsi saat berkomunikasi?

Hindari berasumsi spt:

“Orang pasti gak paham maksud saya nih, saya ulang deh pertanyaan-nya”

“Saya udah paham dari dua kalimat pertama cerita dia”

“Sepertinya dia sudah mengerti maksud saya, gak perlu di-cek lagi pemahaman-nya”

Asumsi akan mengarah ke pikiran negatif saat yg kita harapkan tidak terjadi atau yang tidak terduga bahkan terjadi.

8. Setelah menyimak cerita, perlu gak kita klarifikasi pemahaman kita?

Perlu dong. Supaya tidak salah respon nanti-nya. Alangkah melelahkan buat orang yg harus menceritakan kembali ceritanya yg panjang dan lebar itu hanya karena kita salah merespon. Jadi sebaiknya klarifikasi tentang pemahaman kita terhadap cerita dia, atau sebaliknya.

“Menurut pemahaman saya, anda bertanya…., betul?” Kalau betul, setelah itu baru deh kita respon.

9. ( Pertanyaan berikutnya tentang komunikasi?)

Silahkan ditambahkan point tentang komunikasi disini sesuai dengan pengalaman masing-masing!  :)

Banyak banget sih yang bisa dibahas tentang komunikasi, tapi sedikit-sedikit deh ya. Semoga ini bisa kita manfaatkan utk memperbaiki komunikasi kita sebelum menjadi seorang Public Speaker yg diinginkan.

Terakhir,

  • Tidak usah khawatir ngomong efektif apa enggak. mendengarkan efektif aja dulu, udah pasti kita bisa bicara efektif. “Trust me, it works!” L-Men kaliii🙂
  • Yuk kita ingat lagi pengertian mendasar tentang komunikasi itu bahwa kita harus fokus ke pesan yang ingin kita sampaikan, jangan seperti apa respon yg kita mau, mending lebih memikirkan metode seperti apa penyampaian-nya untuk mempermudah tugas kita membuat orang memahami maksud kita, spt membuat visual, memilih kata-kata yg tepat dsb (Dibahas berikutnya)
  • Mendengar adalah sama pentingnya dengan berbicara.
  • Komunikasi yg efektif dan efisien bisa mempermudah semua proses pekerjaan yg menggunakan ilmu ini.

Semoga bermanfaat🙂

Steny Agustaf

http://www.evioproductions.com

steny_agustaf@yahoo.com (for Public Speaking & MC training)

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: